Kamis, 13 September 2012

Wisata Bermotif Dinas

Menanggapi artikel yang saya baca (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/09/13/07444519/Boros.Perjalanan.Dinas.Capai.Rp.21.Triliun) yang berjudul "Boros Perjalanan Dinas Capai Rp 21 Trilyun" rasanya tidak habis fikir melihat dana yang terkucur di kementrian dan lembaga pemerintah mencapai angka yang sangat spektakuler.
Perjalanan dinas para pejabat kadang sebagai jembatan untuk perjalanan wisata, shopping, dan kegiatan lain yang tidak ada kaitannya dengan urusan dinas. Bahkan tidak jarang saya membaca para kaum elit ini kerap mengajak seluruh keluarganya untuk ikut “berdinas”. Wajar saja jika pemborosan bisa sampai setinggi itu (Rp 8,4 T) bahkan melebihi anggaran untuk jamkesmas (Rp 7,3 T) memang selisihnya hanya angka 1,1. Tetapi, ekor dari angka satu tersebut adalah huruf T (trilyun rupiah) yang tentunya jika saja di kucurkan untuk dana sosial atau untuk kesejahteraan masyarakat tentunya akan sangat bermanfaat. Dari pada hanya di gunakan sebagai pemuas nafsu shoppinng  dan wisata di negri orang.
Bukankah ini sama saja dengan korupsi? Lalu sampai kapan hal ini terjadi? Pemerintah tidak sungguh sungguh dalam menanggapi masalah ini. Ya tentu saja.. yang melakukan kan pemerintah juga. Jika pemerintah berani dalam mengungkap semuanya sama saja dengan mengorek borok sendiri. Dan hal itu sangat impossible melihat kenyataan yang ada saat ini.
saya sih berharap, suatu saat bisa muncul tunas tunas baru dalam pemerintahan yang bisa menjunjung tinggi nilai kebenaran dan menegakkan panji kejujuran. Semoga....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

(apa tanggapan anda??)