Tampilkan postingan dengan label INTERMEZO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INTERMEZO. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Januari 2016

DUHAI SANG MAHA...


Duhai Sang Pemilik Kasih
malu, benar-benar malu
tak pantas mengangkat wajah keharibaan Mu
tetes air mata ini, seharusnya menetas karena tebaran dosaku
yang menyebar bagai buih lautan
namun hinanya,,ku teteskan demi yang lain selain Engkau
mereka akan jadi saksi untuk siapa tangisan itu, dan mulut pun kan kelu
tak ada daya menutupi

Duhai yang Punya rintik hujan
betapa tanah gersang itu rindu akan guyuran rahmat Mu
setetes akan sangat berarti untuk tumbuhkan tunas rumput baru 
yang bisa merubah sahara menjadi sabana

Duhai.....
Syukur ku bisa tertawa, nikmati dunia dan isinya
tapaki tiap-tiap titian kehidupan 
dengan rangakaian keridhoan
Syukurku bisa tersenyum mampu halau godaan 
yang terhampar di setiap langkah ku tuju

Minggu, 03 Januari 2016

PELASAN ULING

Cuaca saat ini mulai berubah rubah tidak menentu, bagi orang-orang yang imunitasnya lemah akan sangat mudah terserang penyakit. Bisa sakit flu, diare, demam, batuk, alergi, dan banyak lagi.
Solusi nya ya dengan meningkatkan pola hidup sehat dan olahraga yang cukup. Pola hidup sehat bukan hanya menjaga kebersihan badan loh. Makanan yang bergizi juga merupakan faktor utama untuk meningkatkan sistem imun tubuh kita.
Nah, kali ini saya kan memberikan satu resep masakan yang sangat booming saat ini. Masakan khas Banyuwangi ini sangat enak dan bernilai gizi tinggi. Bahkan di Jepang pun sangat terkenal (berbeda masakan) dan menjadi makanan wajib.
Apakah itu..??

PELASAN ULING
Ya, makanan berbahan dasar ikan sidat ini adalah masakan asal Banyuwangi. Cara masak dan bumbunya yang simpel membuat saya sangat sering masak menu ini.

Sabtu, 14 Maret 2015

INI KISAHKU

Assalamu'alaikum...
halo sobat, apa kabar dengan kesibukan mu?
tentu seiring berjalannya waktu dan semakin sadar akan masa depan, pasti kesibukan juga meningkat kan?

okey... ketemu lagi dengan aku disini, Muthia...
yups..
terhitung sudah 1 Tahun aku lulus kuliah alias wisuda. Dan berhasil menyandang title "Sarjana Ekonomi" jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Jember. :)
Rasanya bangga luar biasa memakai jubah hitam berkalung logo Universitas (ga tau namanya) berwarna kuning, dan menjunjung toga yang dilengkapi tali menjuntai.... #subhanallah aku berhasil!
Wisuda Universitas Jember, 15 Maret 2014
 Dan ini adalah awal dari perjalanan ku untuk menggapai cita-cita ku.
kedengarannya seperti sesuatu yang klasik, "menggapai cita-cita". Tapi itu benar, seseorang yang tidak memiliki cita-cita, sama seperti pengembara yang tidak punya arah tujuan. Layaknya buih yang terombang ambing di lautan, dan semakin lama semakin menghilang ditelan samudra.
Sejak dulu aku memang bercita-cita untuk menjadi

Jumat, 30 Maret 2012

GORESAN SAJAK



embun yang menantimu
ANTARA SUKA DAN NESTAPA

kala mentari bersinar dengan seberkas kehangatan
kala itu jua sejuta cinta ku tebar untk penuhi duniamu
kala sang hujan berjatuhan dengan iramanya
kala itu pula melodi membahana 'tuk ramaikan jiwamu..

diri bagai bintang yang hadir dalam kelam
menembus tebalnya gumpalan kedukaan
pribadi yang  tercermin dalam tiap senyuman
menggoyahkan tiang-tiang kesunyian

seiring asmara teruntai jalinan rindu
antara suka dan nestapa
ku berjuang sendiri demi lalui padang sahara
yang terhampar sepanjang bentangan kasih sayang

dibalik tirai kelabu kau suguhkan secawan kebahagiaan
namun 'tlah kau beri pula racun mematikan
membunuh cinta,asa,dan harapan
menyiksa jiwa
menempa relung sukma

dalam syair ini ku sulam rajutan kasih
dengan benang harapan yang tak berujung
'tuk hasilkan selimut kehangatan
bagi kau yang tersayang...


**sejuta cinta dan kasih dalam tiap kata yang ku ukir**
MUTIARA ULYA



Minggu, 25 Maret 2012

UNTUK MU


Begitu merana
Tak sanggup nyatakan cinta
Begitu tersiksa
Saat kau bilang aku sungguh berharga
Begitu pilu
Menahan beratnya beban rindu
Begitu kelu
Sembunyikan rasa yang menggebu
Kisah ini takkan sanggup terlukis oleh tinta merah muda
Hanya bisa tertulis dengan tinta kelabu di kertas berabu
Sampai sang pungguk menggapai bulan pun
Cinta yang ku tanam tetap sama, Meski takkan tumbuh jadi jelita
dan tetap bersembunyi dibalik fatamorgana
Ohh wahai….
Bukan salah mawar memiliki duri, pedih menusuk jemari
Tapi apa daya air mata ‘tlah menetes penuhi relung hati
Menyesakkan tiap nafas yang lega
Kasih yang terukir dalam prasasti jiwa
Takkan mampu  tergores pedang sang kelana
Kan tetap kekal menjadi sebuah sajak bahagia
Teruntai abadi dalam syair sang pujangga

(mutiara ulya, 6 februari 2012)
Tak selama cinta bisa diungkapkan, ada saatnya cinta harus disembunyikan Biarlah cinta mencari jalannya, tuk menemukan dimana tempatnya berlabuh kelak.
Wahai yang mencintaiku namun tak sanggup tuk ku cintai. Semoga kedamaian selalu bersamamu.