Rutinitas yang saya lakukan tidak berbeda dengan hari-hari bisanya jika kuliah kosong. Mulai bangun tidur, sholat tahajud, sholat subuh, rapi-rapi kamar, olahraga, mandi dan akhirnya beli sayur mayur dan lauk lainnya untuk bekal hidup satu hari ini.
Saya memilih daun kenikir dan kacang panjang untuk saya olah dengan bumbu pecel dan ikan laut yang hanya akan saya goreng ala kadarnya.
Siang itu kota Jember diguyur hujan yang tak kunjung reda sampai sore tiba. Siapapun pastinya enggan keluar kamar dengan kondisi cuaca yang tak bersahabat seperti itu. Saya pun demikian, hanya berkutan dengan laptop dan melakukan aktivitas ringan di dalam kamar, termasuk tidur dengan puas.
Sekitar jam 6 sore saya makan malam dengan lauk yang saya buat tadi, karena saya malas untuk keluar sekedar beli makan. Apalagi hujan masih tetap betah mengguyur Jember. Lebih baik makan yang ada saja dan selanjutnya olahraga lagi untuk menghangatkan badan.
Malam pun tiba, handphone di atas meja belajar beredering.. ternyata telpon dari papa yang mengingatkan besok adalah tanggal 27 Rojab, dimana hari itu adalah hari yang mustajab untuk berdo'a dan memperbanyak ibadah adalah suatu hal yang sangat baik untuk dilakukan. Di hari itu sekaligus hari Kamis, jadi saya bisa melakukan dua puasa sunah sekaligus.
Namun, karena hal ini tidak saya rencanakan sebelumnya, jadi saya tidak punya makanan apapun untuk makan sahur. Tapi karena niat yang begitu kuat untuk beribadah kepada Allah, akhirnya saya bulatkan tekad untuk makan sahur hanya dengan mie instan. Yah,, apapun itu yang penting saya niat dan Allah akan menguatkan puasa saya.
Kita yang merencanakan, Allah yang menentukan. itu adalah frasa yang pasti terjad dan tidak perlu diragukan lagi, karena saya mengalaminy sendiri. Di saat saya sudah hampir tidur, sekitar jam 9 malam. Malam itu hujan masih saja turun (dengan ijin Allah). Mbak Dias, si pemilik kost bertanya kepada tetangga sebelah kamar tantang keberadaan saya. Karena mendengar nama saya di sebut, otomatis saya langsung berajak bangun dan menemui si empunya kost.
Saya bertanya ada apa dia mencari saya. Ternyata untuk menanyakan apakah saya sudah makan malam. tentu saja saya jawab sudah, karena memang sudah makan jam 6 sore tadi.
Tapi kemudian saya bertanya kepada Mbak Dias apakah bisa jika makanan itu saya pakai untuk sahur, ternyata memang bisa. Subhanallah,,, Allah tidak mau jika saya kepayahan saat beribadah kepadaNya, sehingga Dia mengirimkan rizki melalui Mbak Dias. dan Anda tau pemirsa???? lauknya enaaakkk ssekali, ayam bumbu merah dan ada sayur lodeh. hhmm (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?? (Ar-Rahman)) arti ayat itu terngiang ngiang di telinga saya. membuat saya menangis terharu. Ya terharu dengan cocoknya ayat Al Qur'an dengan apa yang saya alami saat itu.
Dan point dari kisah saya tadi adalah, 1. Allah akan memberi kita rizki dari jalur yang tidak di sangka-sangka jika kita berserah dri pada Nya. 2. Rahmat Allah lebih besar dari murkaNya, buktinya saya yang masih penuh doda ini masih saja di beri berjuta bahkan bermilliar kenikmatan.apalagi anda -anda yang lebih baik dari pada saya??? ^^ 3. Bersyukur dan lapang dada terhadap apa yang telah di beri Allah kepada kita.
Dan point dari kisah saya tadi adalah, 1. Allah akan memberi kita rizki dari jalur yang tidak di sangka-sangka jika kita berserah dri pada Nya. 2. Rahmat Allah lebih besar dari murkaNya, buktinya saya yang masih penuh doda ini masih saja di beri berjuta bahkan bermilliar kenikmatan.apalagi anda -anda yang lebih baik dari pada saya??? ^^ 3. Bersyukur dan lapang dada terhadap apa yang telah di beri Allah kepada kita.
Semoga apa yang saya tulis ini baik dan bermanfaat bagi kawan-kawan yang membaca..^^
I love it...
BalasHapusAku paling suka ayat ini, cinta deh... :D
thanks to SUMMER:
BalasHapusyuppss aku juga suka banget, ayat itu bner2 mengingatkan kita untuk selalu bersyukur dalam setiap tindakan bahkan dalam setiap nafas yg kita hembuskan :)